Share

Broken Link: Jenis, Contoh dan Cara Memperbaikinya

Picture of Harys Imanulloh
Harys Imanulloh
Blog » Website Development » Broken Link: Jenis, Contoh dan Cara Memperbaikinya
apa itu broken link

Membayangkan diri Anda sedang menjelajahi internet, penuh antusiasme mencari informasi atau inspirasi, namun tiba-tiba terhenti oleh pesan ‘404 Page Not Found’. Situasi ini bukan hanya menghambat pencarian Anda, tetapi juga menimbulkan kesan bahwa situs yang Anda kunjungi kurang terawat atau bahkan tidak profesional.

Broken link, atau link yang mati, ini layaknya jembatan yang putus dalam perjalanan digital kita. Namun, tak perlu berhenti di sini. Mari kita bersama menggali lebih dalam, memperbaiki setiap jembatan yang putus, dan memastikan bahwa setiap klik membawa Anda lebih dekat dengan apa yang Anda cari. Bersiaplah, karena kita akan memulai ekspedisi mengatasi tantangan digital ini dengan strategi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga menyenangkan bagi setiap pengunjung web.

kata lain dari broken link: rotten link, dead link

Jenis Broken Link

  • Pertama, ada broken internal link, mirip dengan jalan buntu dalam rumah Anda sendiri. Ini adalah link yang seharusnya membawa pengunjung ke halaman lain dalam website yang sama, tapi malah menyajikan kehampaan. Bayangkan sedang bersemangat menjelajah rumah besar, hanya untuk menemukan pintu yang terkunci atau bahkan tidak ada pintu sama sekali!
  • Kedua, kita jumpai broken external link. Ini seperti jembatan antar pulau yang telah ambruk. Anda ingin membawa pengunjung ke pulau lain (website lain), namun link yang rusak menghalangi mereka untuk mencapai destinasi. Pengalaman yang semestinya menyenangkan berubah menjadi frustrasi karena harapan yang gagal terpenuhi.
  • Ketiga, ada broken backlink, yaitu saat orang lain mencoba mengunjungi ‘rumah’ Anda dari jembatan yang mereka bangun, tapi ternyata jembatan itu tidak lagi berujung pada rumah Anda. Ini bisa terjadi ketika Anda mengubah struktur situs atau menghapus halaman, tanpa menyadari bahwa di luar sana ada yang mengandalkan jalan tersebut.

Setiap jenis broken link ini tidak hanya mengganggu navigasi dan pengalaman pengguna, tetapi juga mengirimkan sinyal negatif ke mesin pencari, yang pada akhirnya bisa merugikan posisi website Anda di hasil pencarian. Menjadi penting bagi kita untuk menjadi tukang jembatan handal, memastikan semua jalan informasi tetap terbuka dan aman dilalui.

Lihat juga: Taksonomi Website: Pengertian dan Contoh

Kenapa Ada Broken Link?

Mari kita jelajahi bersama beberapa alasan mengapa broken link ini terjadi, seolah-olah kita sedang bermain detektif digital dalam misteri jembatan yang hilang.

  • Pertama, ada kesalahan manusia, seperti URL yang salah dimasukkan. Ini serupa dengan menuliskan alamat rumah yang salah dalam undangan pesta; tamu-tamu Anda akan bingung dan tersesat. Kesalahan ketik atau lupa menambahkan bagian penting dari URL bisa membuat link menjadi tidak berfungsi.
  • Kemudian, ada situs tujuan yang menghapus halaman web. Bayangkan Anda diarahkan ke sebuah toko buku untuk mencari buku tertentu, tapi setibanya di sana, toko itu sudah tutup atau pindah. Ini adalah penyebab umum dari pesan “404 Error” yang sering kita temui.
  • Selain itu, bisa jadi situs atau halaman web tujuan dipindahkan tanpa pemberitahuan, atau sudah tidak aktif lagi. Ini ibarat mengunjungi museum yang telah pindah lokasi tanpa memberi tahu publik, menyisakan tanda panah yang menunjuk ke tempat kosong.
  • Terkadang, pengguna berada di belakang firewall yang memblokir akses. Bayangkan firewall sebagai penjaga gerbang yang sangat protektif, yang tidak memperbolehkan siapa pun lewat tanpa izin spesial. Hal ini dapat mencegah pengunjung mencapai destinasi yang mereka inginkan.
  • Dan terakhir, pemilik situs memberikan backlink ke situs yang berada di belakang firewall yang tidak mengizinkan akses dari luar. Ini seperti memberikan kunci rumah kepada teman, tapi lupa memberitahu bahwa alarm pengaman akan mencegah mereka masuk tanpa kode akses.

Baca juga: Apa itu URL: Bagian, Fungsi dan Jenisnya

Contoh – Contoh Broken Link

Mengidentifikasi musuh adalah langkah pertama untuk mengalahkannya, bukan? Dengan mengenali contoh-contoh ini, kita bisa lebih waspada dan siap mengambil tindakan saat mereka muncul di horison digital kita.

  1. “404 Page Not Found”: Ini adalah klasik! Seperti legenda urban dalam dunia maya, pesan ini muncul ketika halaman yang dicari pengunjung tidak bisa ditemukan. Bayangkan mencari harta karun yang ditandai pada peta, tapi saat Anda sampai di lokasi, harta itu telah lenyap tanpa jejak.
  2. “Bad Gateway” (502): Ini muncul ketika ada masalah komunikasi antara server. Bayangkan dua pulau yang terhubung oleh jembatan gantung, tapi tiba-tiba jembatan itu putus karena badai.
  3. “Bad Host” dan “No Response”: Ini terjadi ketika server yang menampung halaman tersebut tidak bisa dihubungi. Seperti mencoba mengirim sinyal asap ke teman di pulau seberang, tapi asapnya tidak pernah terlihat karena angin yang terlalu kencang.
  4. “Service Unavailable” (503): Kesalahan ini terjadi ketika server sementara tidak bisa menangani permintaan karena overload atau maintenance. Ibaratnya, gerbang kastil ditutup untuk sementara karena sedang ada pesta kerajaan, dan Anda harus menunggu hingga pesta selesai.
  5. “Gateway Timeout” (504): Ketika server membutuhkan waktu terlalu lama untuk berkomunikasi dengan situs lain atau sebagai respons terhadap permintaan Anda, muncullah pesan ini. Seperti menunggu balasan surat yang dikirimkan melalui botol ke laut, tapi botol itu tidak pernah kembali.

Cara Memperbaiki Broken Link

Berikut adalah kiat-kiat praktis yang bisa menyelamatkan pengalaman pengguna dan menjaga integritas situs Anda di dunia maya.

  1. Pemeriksaan dengan Google Crawl Errors: Anggap ini seperti memakai kacamata dengan penglihatan super yang dapat mendeteksi setiap jembatan yang putus di wilayah kekuasaan digital Anda. Google Search Console adalah teman Anda di sini, memberikan laporan lengkap tentang link mana saja yang tidak berhasil.
  2. Berhati-hati dengan link ke konten yang tersembunyi: Ini mirip dengan tidak menyembunyikan pintu rahasia terlalu dalam dalam sebuah labirin. Pastikan link yang Anda berikan mudah diakses dan relevan dengan apa yang dicari pengunjung.
  3. Hubungi pemilik situs eksternal untuk memperbaiki link yang rusak: Ini seperti membangun diplomasi antar kastil; komunikasi dan kerjasama bisa memperkuat jembatan antara dua wilayah.
  4. Penggunaan mekanisme redirect: Jika Anda harus memindahkan sebuah halaman, jangan biarkan bekasnya menghilang begitu saja. Gunakan redirect 301 untuk mengarahkan pengunjung ke lokasi baru, seperti memindahkan jalan sehingga tetap menuju ke tujuan yang sama.
  5. Buat ulang atau perbaharui konten pada URL yang rusak: Kadang, membangun kembali dari awal adalah pilihan terbaik. Ini seperti menemukan reruntuhan kastil dan memutuskan untuk membangunnya kembali lebih megah.
  6. Lakukan redirect dari halaman yang rusak ke halaman lain yang relevan: Jika jembatan ke halaman tertentu tidak bisa diperbaiki, buatlah jalan alternatif yang mengarah ke destinasi serupa. Ini memastikan pengunjung tidak terjebak di ujung jalan buntu.

Jangan biarkan hambatan seperti ‘404 Page Not Found’ mengaburkan nilai sejati website Anda. Kami siap menjadi mitra andalan dalam perjalanan digital Anda, menawarkan solusi untuk jasa pembuatan website yang tak hanya memikat pengunjung tapi juga memastikan mereka terus kembali. Mari kita buat setiap klik di website Anda tidak hanya sebagai langkah tapi sebagai lompatan sukses bagi bisnis Anda. Hubungi kami sekarang, dan bersama-sama kita akan mengarungi dunia digital dengan kekuatan penuh!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *