Share

Apa itu PWA? Pengertian dan Contoh

Harys Imanulloh
Harys Imanulloh
Blog » Website Development » Apa itu PWA? Pengertian dan Contoh

Di era digital yang serba cepat ini, kecepatan bukan lagi sekedar keinginan, melainkan kebutuhan. Bayangkan, Anda menemukan website yang penuh dengan informasi berguna, namun harus menunggu berlama-lama hanya untuk membuka satu halaman. Frustrasi, bukan?

Inilah mengapa dunia online terus berinovasi, dan salah satu inovasi terbaru yang patut diperhatikan adalah Progressive Web Application (PWA).

Dengan menggabungkan kemudahan akses melalui browser dan kinerja aplikasi mobile, PWA hadir sebagai solusi canggih yang menjanjikan pengalaman browsing yang tidak hanya cepat, tapi juga lancar dan menyenangkan, bahkan dalam kondisi jaringan yang kurang optimal.

Mari kita selami lebih dalam apa itu PWA, bagaimana bisa menjadi game changer dalam pengembangan web, dan mengapa ini bisa menjadi jawaban atas kebutuhan digital masa kini yang semakin dinamis.

Apa Itu PWA?

PWA atau Progressive Web Application adalah sebuah revolusi dalam dunia web, mengaburkan batasan antara web dan aplikasi mobile. Bayangkan sebuah website yang bisa Anda kunjungi melalui browser biasa, tetapi memiliki kecepatan, fungsi, dan kehandalan layaknya aplikasi yang Anda unduh dari App Store atau Google Play.

Itu artinya, Anda bisa memiliki ikon aplikasi di layar utama smartphone, menerima notifikasi push, dan bahkan mengaksesnya tanpa koneksi internet! Mengagumkan, bukan?

Konsep PWA muncul dari keinginan untuk memberikan pengalaman pengguna yang lebih baik, menjawab tantangan seperti kecepatan akses yang lambat dan ketergantungan pada jaringan internet yang stabil. Dengan teknologi PWA, website tidak hanya “berpura-pura” menjadi aplikasi; mereka benar-benar bertransformasi, membawa dunia web ke tingkat yang sama sekali baru.

Ini berarti pengalaman browsing yang lebih cepat, lebih responsif, dan lebih interaktif, tidak peduli apakah Anda sedang terhubung ke Wi-Fi kafe favorit Anda atau mencoba mengakses informasi penting dalam mode offline.

Tak hanya itu, PWA juga menjanjikan keuntungan bagi para pengembang dan pemilik bisnis. Dengan basis kode tunggal untuk website dan versi PWA, pengembangan dan pemeliharaan menjadi lebih efisien. Plus, mengingat bahwa PWA dapat diakses langsung melalui browser, pengguna tidak perlu mengunduh aplikasi terpisah, yang seringkali menjadi hambatan bagi pengalaman pengguna yang seamless.

Contoh Progressive Web Apps

Setelah mengetahui apa itu PWA dan betapa hebatnya mereka dalam merubah cara kita mengalami web, mungkin Anda bertanya-tanya, “Apakah ada contoh nyata PWA yang sudah berjalan di luar sana?” Banyak perusahaan terkenal telah mengadopsi teknologi PWA untuk meningkatkan kinerja dan kepuasan pengguna mereka.

Mari kita intip beberapa contoh PWA yang telah berhasil membuat dunia digital terpukau dengan performa mereka yang luar biasa.

Lancôme

Brand kecantikan ternama ini mengadopsi PWA untuk meningkatkan pengalaman belanja online mereka, khususnya di perangkat mobile. Sebelum PWA, Lancôme mengalami tingkat konversi yang rendah pada pengguna mobile dibandingkan dengan desktop. Dengan meluncurkan PWA, mereka tidak hanya meningkatkan kecepatan pemuatan halaman tetapi juga berhasil meningkatkan keterlibatan pengguna dan konversi penjualan, berkat antarmuka yang responsif dan kemampuan akses offline.

Pinterest

Platform berbagi inspirasi ini menghadirkan versi PWA-nya untuk meningkatkan keterlibatan pengguna di perangkat mobile. Sebelumnya, Pinterest menghadapi tantangan dengan aplikasi web mobile mereka yang kurang menarik pengguna untuk mendaftar atau mengunduh aplikasi native. Setelah meluncurkan PWA, mereka menyaksikan peningkatan signifikan dalam kinerja: waktu pemuatan halaman lebih cepat, peningkatan rate pendaftaran pengguna, dan kenaikan aktivitas pinning.

OLX

Platform jual beli online ini mengimplementasikan PWA untuk meningkatkan keterlibatan pengguna dan memudahkan akses pada perangkat mobile. Dengan PWA, OLX berhasil meningkatkan kecepatan pemuatan halaman secara dramatis, mengurangi penggunaan data, dan menyediakan pengalaman pengguna yang lebih lancar, yang berujung pada peningkatan jumlah pengguna aktif dan transaksi di platform mereka.

Forbes

Majalah bisnis dan finansial ternama ini menggunakan PWA untuk mengoptimalisasi pengalaman membaca online mereka. Dengan desain yang responsif, waktu pemuatan halaman yang cepat, dan kemampuan untuk bekerja offline, Forbes PWA berhasil meningkatkan keterlibatan pembaca dan meningkatkan jumlah sesi per pengguna, sekaligus memangkas waktu pemuatan halaman.

Starbucks

Raksasa kopi ini memilih PWA untuk aplikasi pemesanan online mereka, memungkinkan pengguna untuk membuat pesanan bahkan ketika offline. Dengan antarmuka yang ramah pengguna dan proses pemesanan yang efisien, PWA Starbucks tidak hanya meningkatkan kepuasan pengguna tetapi juga mendorong penjualan online.

Ciri-ciri Web yang Sudah Terpasang PWA

Nah, ada beberapa ciri khas yang membuat PWA ini berbeda dari website pada umumnya. Mari kita jelajahi bersama ciri-ciri tersebut, agar Anda bisa mengenali sebuah PWA ketika bertemu dengan satu di alam liar digital.

  1. Akses Offline, Salah satu keajaiban PWA adalah kemampuannya untuk diakses tanpa koneksi internet. Ini berkat service workers yang menyimpan data dari kunjungan sebelumnya. Jadi, jika Anda bisa melanjutkan membaca artikel atau menjelajahi halaman produk tanpa sinyal Wi-Fi atau data seluler, kemungkinan besar Anda sedang berinteraksi dengan PWA.
  2. Pemuatan Cepat, PWA dirancang untuk memuat konten dengan cepat, bahkan pada jaringan yang lambat. Ini berarti waktu tunggu yang lebih singkat dan pengalaman pengguna yang lebih mulus. Jika sebuah website terasa seperti kilat setiap kali Anda mengunjunginya, itu mungkin karena ia adalah PWA.
  3. Notifikasi Push, Pernah menerima pemberitahuan dari website bahkan ketika Anda tidak membukanya? PWA memanfaatkan fitur notifikasi push untuk meningkatkan keterlibatan dengan pengguna. Ini adalah tanda yang cukup jelas bahwa website tersebut telah mengadopsi teknologi PWA.
  4. Ikon di Layar Utama, PWA memungkinkan pengguna untuk menambahkan ikon shortcut di layar utama perangkat mereka, mirip dengan aplikasi native. Jika sebuah website menawarkan opsi untuk “Tambahkan ke Layar Utama” dan berfungsi tanpa harus membuka browser, itu adalah ciri khas PWA.
  5. Antarmuka yang Responsif, PWA dirancang untuk memberikan pengalaman yang konsisten di berbagai perangkat, dari desktop hingga smartphone. Jika sebuah website menyesuaikan tampilannya dengan mulus di berbagai ukuran layar dan tetap mudah digunakan, ada kemungkinan besar itu telah dioptimalkan sebagai PWA.
  6. HTTPS, Keamanan adalah prioritas utama untuk PWA, sehingga mereka selalu berjalan di atas protokol HTTPS. Ini bukan hanya untuk melindungi data pengguna, tapi juga untuk memastikan bahwa fitur-fitur seperti service workers dapat berfungsi dengan aman.

Mengidentifikasi PWA mungkin tidak selalu mudah pada pandangan pertama, tapi dengan mengetahui ciri-ciri di atas, Anda akan lebih siap untuk mengenali kehadirannya.

Selain meningkatkan pengalaman browsing Anda, mengetahui tentang PWA juga bisa menginspirasi ide-ide tentang bagaimana teknologi ini bisa diterapkan dalam proyek atau bisnis Anda sendiri. Dengan PWA, web menjadi lebih dinamis, interaktif, dan tentu saja, lebih menyenangkan untuk dijelajahi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *