Share

Apa itu Dropship? Ini Pengertian, Cara Kerja & Kelebihannya

Harys Imanulloh
Harys Imanulloh
Blog » Insight Bisnis » Apa itu Dropship? Ini Pengertian, Cara Kerja & Kelebihannya

Anda terpikir untuk jualan online tapi khawatir tentang modal awal yang tidak cukup? Bahkan Anda berandai-andai ada jenis bisnis yang bisa dijalankan tanpa modal sama sekali? Nah, dropship adalah salah satu pilihan yang layak dipelajari. Bisa jadi, cocok dengan ide pengembangan usaha Anda.

Apa itu dropship? Gampangnya, inilah jenis bisnis yang menerapkan sistem perantara di sebuah transaksi jual beli. Andalah perantara itu dan mendapat keuntungan dari selisih penjualan produk ke konsumen.

Tapi, bagaimana cara kerja dropship dan apa saja keuntungan dropship? Itulah yang akan dijelaskan di artikel ini sehingga pemula sekalipun bisa mencoba menjalankannya. Yuk, simak selengkapnya!

Pengertian Dropship

Dropshipping adalah salah satu jenis e-commerce, di mana Anda jualan produk tanpa perlu menyimpan stok produk sendiri. itu bisa terjadi karena Anda bekerja sama dengan supplier atau penjual asli yang nantinya menangani pesanan konsumen Anda.

Pengertian dropship di atas sudah memberikan gambaran apa itu dropship? Atau Anda masih cukup baru dengan konsep dropshipping ini? Baiklah. Jadi, pada dasarnya, dropship adalah jenis bisnis online di mana peran Anda sebagai dropshipper itu sesederhana menjadi perantara transaksi.

Arti dropship adalah transaksi jual-beli barang tanpa mengharuskan produsen dan konsumen bertemu dan Anda pun tak perlu membeli produk itu dulu. Ini nantinya yang membedakan konsep dropship vs reseller.

Nah, yang terjadi adalah saat pelanggan melakukan pemesanan online, pesanan itu akan Anda teruskan ke penjual, tanpa konsumen tahu. Prosesnya bisa manual atau dengan sistem otomatis yang sudah dibuat.

Sarana yang digunakan untuk pemesanan bisa berupa website toko online, marketplace sampai whatsapp dan platform media sosial lain. Dengan detail berupa jenis produk, banyaknya pesanan dan detail informasi konsumen dan alamatnya, penjual akan memproses pesanan itu.

Sudah mulai jelas kan kalau dropship adalah jenis bisnis yang menarik karena bisa dilakukan tanpa modal? Itu artinya, Anda bisa memulai bisnis online meskipun Anda seorang pemula.

Tapi apakah yang dimaksud dropship itu semudah yang dijelaskan di atas? Mari cari tahu lebih jauh.

Cara Kerja Dropship

Inilah cara kerja dropship yang menghubungkan penjual, dropshipper dan konsumen dalam sebuah transaksi pembelian produk:

1. Konsumen Menemukan Toko Online Anda

Cara kerja dropship dimulai ketika calon pembeli mencari produk dan menemukan toko online Anda, baik itu berupa marketplace atau website.

Ketika Anda sudah bekerja sama dengan supplier atau produsen, maka Anda tentu akan memajangnya di etalase digital Anda, salah itu adalah produk jualan online Anda sendiri. Berbagai produk inilah yang nantinya akan dilihat oleh konsumen.

Di dalam sistem kerja dropship, menyiapkan entitas online yang mudah ditemukan menjadi kunci untuk proses berikutnya. Makin baik strategi Anda untuk itu, makin besar peluang bisnis online Anda bisa cuan besar.

2. Konsumen Membeli Produk Di Toko Anda

Selanjutnya, cara kerja dropship adalah ketika ada yang membeli produk di toko online Anda. Penting untuk memastikan kalau produk yang Anda jual mudah ditemukan. Jadi, pembeli lebih gampang memilih produk.

Setelah menemukan produk yang cocok, pembeli akan memesannya di toko online Anda. Mereka akan menyelesaikan proses pembelian dan membayar sesuai harga produk yang sudah termasuk keuntungan Anda.

3. Dropshipper Melanjutkan Pesanan ke Supplier

Sistem kerja dropship akan mulai melibatkan supplier dan bisa dikatakan secara teknis tugas Anda sudah selesai setelah itu.

Jadi, Anda akan meneruskan pesanan produk yang diminta itu ke produsen. Kunci dari keberhasilan cara kerja dropship adalah jenis produk yang benar, ketersediaan produk, jumlah pesanan, serta data konsumen dan alamat pengiriman yang tepat.

4. Supplier Mengirimkan Produk ke Konsumen

Supplier lalu mengirimkan produk langsung ke pelanggan dengan menggunakan nama dropshipper. Ini praktik bisnis dropship yang biasa terjadi.

Pun begitu, supplier harus menjaga kualitas produk dan pengiriman yang tepat waktu, untuk memastikan kepuasan pelanggan dan reputasi toko dropshipper tetap terjaga.

5. Konsumen Menerima Produk

Terakhir, cara kerja dropship adalah proses pengiriman sampai konsumen menerima produk yang dibelinya.

Meskipun produk dropship berasal dari supplier, jika terjadi kendala pada pesanan atau kualitas, dropshipper akan menerima keluhan dari pembeli.

Perbedaan Dropship dan Reseller

Meskipun terlihat mirip, cara kerja dropship dan reseller memiliki perbedaan mendasar. Apa saja?

1. Manajemen Stok Produk

Dropship adalah model bisnis unik di mana Anda bisa menjual produk secara online tanpa perlu membeli atau menyimpannya terlebih dahulu.

Dalam sistem kerja dropship, Anda tidak memiliki kendali atas ketersediaan produk. Jadi, peran supplier sangat penting dalam dropship. Kualitas produk dan keandalan pengiriman dari supplier berpengaruh pada kesuksesan bisnis dropship Anda.

Di sistem reseller, Anda harus membeli produk sebagai persediaan saat ada pesanan dari konsumen. Ini membutuhkan modal dan gudang penyimpanan. Selain itu, Anda harus memahami persediaan barang dengan baik agar stok sesuai dengan kapasitas gudang.

2. Modal yang Dibutuhkan

Bisnis dropship tidak memerlukan modal besar, bahkan bisa dijalankan tanpa modal oleh pemula. Ini tidak hanya terkait dengan pembelian produk, tapi juga termasuk platform dropship yang biasanya gratis atau dapat dimulai dengan biaya rendah.

Contohnya, Anda bisa menggunakan platform media sosial, marketplace seperti Tokopedia, atau website dengan layanan hosting yang murah. Kalau ingin usaha modal 5 juta, dropship pilihannya.

Tidak mungkin menjalankan bisnis reselling tanpa biaya kecuali Anda bekerja sama dengan supplier yang tepat. Sistem dasar bisnis ini mengharuskan Anda membeli produk sebelum menjualnya kembali.

3. Keuntungan yang Didapatkan

Dropship adalah bisnis yang memungkinkan Anda untuk bisa cuan lebih besar. Meskipun margin keuntungan untuk setiap transaksi kecil tapi Anda tidak punya resiko seperti barang rusak atau barang tidak laku. Artinya keuntungan dropship itu selalu positif.

Reseller juga bisa cuan besar. Tapi, seringnya kalau bersedia membeli produk dari produsen dalam jumlah banyak. Artinya, meskipun potensi keuntungan besar tapi potensi kerugiannya juga besar.

4. Kendali atas Kualitas Produk

Dropship artinya bisnis perantara.  Pada awalnya, Anda bisa riset supplier dan produk yang akan dijual. Namun, Anda tidak bisa memastikan kualitas produk saat dikirim ke konsumen. Ini karena Anda tidak pernah memiliki produk tersebut.

Reseller memiliki kendali lebih besar terhadap proses packing dan pengiriman produk. Hal ini karena reseller sudah mempunyai produk yang akan dijual. Jadi, reseller dapat menjamin kepuasan pelanggan yang lebih baik dibandingkan dengan sistem kerja dropship.

5. Bebas Memilih Jenis Produk

Dropship adalah model bisnis yang fleksibel. Anda bisa dengan mudah mengganti pilihan produk yang Anda jual. Dengan begitu, reseller dropship adalah orang yang lebih bisa mengikuti tren pasar dan mendapatkan cuan dari perubahan permintaan konsumen.

Sebenarnya, reseller pun bisa melakukan hal itu. Akan tetapi, langkah menambah jenis produk harus diikuti oleh modal yang lebih besar. Selain itu, terus menambah produk akan membuat Anda harus menyediakan gudang yang lebih besar.

6. Hubungan dengan Supplier

Setiap penjual online perlu hubungan baik dengan supplier. Namun, bisnis dropship adalah jenis bisnis yang perlu melakukannya lebih intensif. Sebab, kualitas produk dan pengiriman barang sangat bergantung supplier. Tanpa hubungan yang baik, sistem kerja dropship tidak berjalan dengan baik.

Reseller juga perlu melakukannya. Namun, tidak bergantung penuh kepada supplier karena masih bisa memilih produk dan mengelola pengiriman barang tepat waktu sendiri.

7. Menangani Keluhan Pelanggan

Bagaimana Dropship menghadapi keluhan pelanggan? Cukup unik karena melibatkan dua pihak sekaligus, produsen dan konsumen. Sebut saja kalau konsumen meminta percepatan dalam pengiriman, Anda tidak bisa melakukannya karena semua proses itu ada di supplier asli-nya.

Reseller lebih mudah mengelola hal ini karena komunikasi langsung terjadi dua arah dengan konsumen. Anda bisa mengupayakan pengiriman tepat waktu dan pengecekan kualitas produk bahkan sebelum konsumen komplain.

Keuntungan Dropship

Nah, dari beberapa perbedaan dropship vs reseller, apa sih keuntungan dari dropship sehingga perlu Anda coba?

1. Perlu Modal Kecil

Ingin memulai bisnis dengan modal kecil, terutama sebagai usaha sampingan online? Dropship adalah salah satu pilihannya. Ini adalah keuntungan dropship yang paling terlihat.

Anda tidak perlu membeli produk dan memiliki stok dalam jumlah besar. Fokus saja pada bagaimana menarik lebih banyak orang untuk membeli produk yang Anda promosikan. Sebagai seorang dropshipper, keuntungan Anda didasarkan pada selisih keuntungan dari setiap transaksi penjualan.

2. Bebas Dijalankan di Mana Saja

Salah satu keuntungan dropship adalah kemampuan untuk menjalankan bisnis di mana saja. Anda tidak perlu memiliki gudang khusus untuk menyimpan barang, sehingga bisnis dapat dijalankan dari mana saja. Bahkan jika Anda harus pindah alamat, bisnis tetap dapat berjalan dengan lancar.

Sebagai usaha online, dropship tergantung pada koneksi internet untuk bisa berkomunikasi dengan supplier melalui sistem atau platform yang ada. Selebihnya, proses teknis seperti packing dan pengiriman barang melalui ekspedisi sudah tidak melibatkan partisipasi Anda.

3.  Pilihan Produk Banyak

Anda tidak perlu membeli barang terlebih dahulu, jadi Anda bisa menawarkan banyak pilihan produk selama barang yang dijual memiliki kualitas yang terjamin. Terutama jika Anda sudah melakukan riset dan mengetahui bahwa supplier barang tersebut memiliki reputasi yang baik.

Menariknya, Anda tidak harus tergantung pada satu supplier. Anda dapat menambahkan variasi produk dari beberapa supplier yang berbeda sesuai perjanjian kerja sama yang sudah disepakati.

Misalnya, jika Anda menjual aksesoris HP, Anda dapat membeli casing dari satu supplier dan screen protector dari produsen lain.

4. Mudah Dikembangkan

Jika Anda sedang mencari model bisnis yang mudah dikembangkan, dropshipping adalah salah satu pilihan tepat. Kenapa begitu? Anda tidak perlu melakukan perluasan bisnis secara fisik, seperti menambah gudang atau menyimpan lebih banyak produk.

Jika Anda bisa berkomunikasi baik dengan supplier dalam kerja sama dalam memasarkan produk, bisnis dropshipping akan maju pesat dengan produk yang beragam dan berkualitas tinggi.

5. Risiko Lebih Minim

Dalam bisnis, risiko besar adalah ketika Anda mengeluarkan banyak modal tetapi mendapatkan sedikit penjualan. Untungnya, hal ini tidak terjadi dalam bisnis dropship.

Jika Anda ingin menjual suplemen kesehatan dari bahan alami, jangan khawatir jika tidak ada yang membeli. Sebab, Anda tidak perlu merugi karena produk tidak terjual atau kadaluarsa.

6. Lebih Fokus ke Penjualan

Dropship adalah sebuah bisnis yang memungkinkan Anda fokus pada penjualan produk. Artinya, Anda tidak perlu khawatir tentang kualitas produk, proses produksi, atau ketepatan pengiriman dan packing.

Menariknya, kalau semua upaya Anda berhasil baik, Andalah yang akan dikenal sebagai orang yang kredibel.

7. Bisnis Berjalan Otomatis

Dropship adalah bisnis yang bisa berjalan otomatis. Anda hanya perlu menata produk di toko online Anda, dan sistem pemesanan serta pengiriman akan berjalan otomatis sesuai platform.

Anda bisa mendapatkan manfaat ini dengan menggunakan marketplace atau membuat website toko online sendiri. Cukup pasang beberapa plugin atau gunakan tool tertentu, maka semua proses otomatis dapat diatur dengan mudah.

Kelemahan Bisnis Dropship

Lalu, apa saja kelebihan bisnis dropship yang perlu Anda pelajari juga sebelum menjalankannya?

1. Menemukan Supplier yang Tepat

Jika Anda pilih memilih yang salah, bisnis dropship Anda bisa gagal berkembang. Sebab, semua proses bisnis tergantung pada supplier, mulai dari penyediaan produk hingga pengiriman.

Tantangan dropship adalah mencari supplier yang dapat dipercaya dengan kualitas produk konsisten dan pengiriman tepat waktu. Kendalanya lebih besar jika supplier belum banyak di niche itu atau berasal dari luar negeri.

2. Margin Keuntungan Kecil

Dropship adalah bisnis dengan margin profit kecil. Untuk mendapatkan keuntungan yang baik, perlu memperbanyak jumlah transaksi.

Masalah ini semakin terasa jika banyak pesaing yang jual produk yang sama dari satu supplier. Keuntungan tak bisa ditingkatkan lagi dan risiko kehilangan konsumen besar karena harga pesaing lebih murah.

3. Kendala Ketersediaan Produk

Bayangkan jika Anda berhasil meyakinkan konsumen untuk membeli produk, tapi stok kosong dan produsen tidak memberi tahu. Konsumen akan kecewa menunggu ketersediaan produk.

Kalau supplier tidak bersedia memberi jawaban yang baik, Anda akan sulit memberi informasi yang tepat pada konsumen tentang keluhan pengiriman yang terlambat.

4. Pengiriman Barang Terlambat

Dropship adalah bisnis yang bisa Anda kembangkan dengan banyak produk dan supplier sekaligus. Ini adalah keuntungan, tetapi jika ada masalah dengan pengiriman barang, hal tersebut bisa menjadi kompleks.

Bayangkan jika ada keluhan. Anda harus tahu produk yang dipesan, kendala yang dihadapi, dan kontak supplier yang benar. Terutama jika masalahnya butuh beberapa kali komunikasi untuk diselesaikan.

5. Loyalitas Pelanggan

Salah satu kunci keberhasilan penting bisnis adalah konsumen setia. Tapi, dalam bisnis dropship hal ini cukup menjadi tantangan besar. Kelemahan bisnis dropship adalah terlalu fokus pada penjualan item produk. Bukan pada pengembangan kualitas produk.

Jadi, meskipun pelayanan Anda baik pada pelanggan saat memesan, bila barangnya tidak berkualitas, pelanggan akan kecewa. Terutama di dropship, pelanggan tak tahu produsen barang, mereka hanya kenal Anda.

Terlebih jika ada penjual lain dengan produk dan harga mirip. Jika Anda tak punya produk yang dicari, konsumen bisa langsung menuju penjual online lain.

8. Persaingan Makin Ketat

Apakah Anda tahu, kemudahan memulai bisnis dropship bisa jadi kelemahan model bisnis ini?

Banyak orang mulai jadi penjual online sebagai dropshipper. Akibatnya, konsumen lebih gampang temukan produk yang mereka cari di berbagai platform. Ini membuat Anda harus bekerja lebih keras agar produk Anda laku terjual.

Cara Bisnis Dropship

Beberapa langkah cara bisnis dropship adalah sebagai berikut:

1. Pilih Niche Bisnis Dropship

Langkah awal dalam dropship adalah menemukan niche menarik, bisa sesuai dengan minat atau keahlian Anda. Hal ini akan membuat Anda tetap bersemangat saat menjual produk tersebut.

Misalnya, jika Anda suka teknologi dan gadget, Anda bisa jual HP, tablet, atau komputer. Jika ingin lebih spesifik, Anda juga bisa masuk ke niche aksesoris dengan berbagai produk.

Semakin kecil niche, semakin sedikit pembeli potensial, tapi mereka umumnya loyal dan sering membeli dari Anda berkali-kali. Dalam niche khusus, persaingan dari penjual sejenis juga lebih sedikit.

2. Memilih Produk yang Akan Dijual

Langkah berikutnya dalam dropship adalah memilih produk yang ingin Anda jual. Sekali lagi, cari keseimbangan antara keinginan Anda dan apa yang dibutuhkan pasar.

Apakah Anda perlu mencoba produk tersebut terlebih dahulu untuk mengetahui kualitasnya? Mungkin, dengan menggunakan sampel. Tapi ingat, tidak mungkin memastikan kualitas setiap produk yang Anda jual satu per satu, bukan? Terutama jika harganya relatif mahal.

Keberhasilan Anda bisa bergantung pada ketersediaan produk yang bagus, kualitas yang konsisten, dan harga yang terjangkau.

3. Lakukan Riset Pasar

Riset pasar adalah langkah penting dalam memahami permintaan pasar berdasarkan tren data terkini. Dalam dropship, riset pasar membantu mengenali persaingan dan tingkat permintaan konsumen.

Penting juga untuk mengidentifikasi berbagai tantangan yang mungkin muncul dalam bisnis dropship. Pentingnya untuk melihat sisi positif dan negatif dropship terlebih dahulu.

Dalam dropship, penting untuk mengevaluasi kelebihan dan kekurangan pesaing berdasarkan data, bukan asumsi semata. Tinjau produk yang mereka tawarkan dan strategi harganya.

Dengan demikian, Anda dapat menemukan peluang pasar yang bisa Anda manfaatkan dan memahami kebutuhan calon konsumen untuk menyesuaikan produk yang ditawarkan.

4. Temukan Supplier Andal

Kunci sukses bisnis dropship adalah menemukan supplier dengan produk unggul dan kredibilitas tinggi.

Apakah Anda melakukan riset sendiri atau menerima rekomendasi dari teman? Tak jadi masalah. Yang terpenting adalah mencari supplier yang punya reputasi baik, bisa dilihat dari produk berkualitas dan sistem pengiriman yang efisien.

Anda dapat mencari supplier utama atau mendaftar di platform dropship seperti Dusdusan.com, Etsy.com, atau lainnya.

5. Membangun Website

Pada tahap awal, marketplace bisa jadi pilihan. Namun, untuk meraih keuntungan lebih besar dan membangun merek yang solid, disarankan membuat website sendiri.

Penting untuk menciptakan website e-commerce yang profesional untuk mendukung bisnis dropshipping Anda. Jadi, platform apa yang sebaiknya dipilih? Bagi pemula, disarankan menggunakan WordPress dengan WooCommerce. Kedua platform ini membuat pengelolaan toko online lebih mudah.

Jangan lupa pilih nama domain yang sesuai dengan niche Anda, yang mudah diingat. Setelah itu, pilih penyedia hosting yang mendukung WooCommerce. Anda juga bisa mempertimbangkan jasa pembuatan website yang membantu aspek teknis untuk mendukung bisnis online Anda.

6. Atur Produk, Pembayaran dan Pengiriman

Setelah website Anda selesai, tambahkan produk yang dipilih dengan baik. Buat etalase online yang rapi dengan gambar berkualitas, deskripsi menarik, dan fitur kemudahan belanja lainnya.

Untuk setiap produk, tunjukkan fitur khusus dan fokuskan penjelasan manfaatnya bagi pelanggan. Informasi tersebut membangun kepercayaan dan meningkatkan potensi penjualan.

Kalau pakai WordPress, Anda bisa integrasikan gateway pembayaran seperti PayPal, Stripe, atau Doku Midtrans, serta QRIS untuk pilihan pembayaran yang beragam. Koordinasikan dengan supplier untuk biaya pengiriman dan waktu pengiriman yang tepat.

7. Lancarkan Upaya Promosi

Langkah terakhir dalam bisnis dropship adalah promosi yang intensif. Ingat, keuntungan Anda berasal dari jumlah transaksi penjualan. Semakin banyak orang mengetahui bisnis dan produk Anda, semakin besar kemungkinan transaksi terjadi di toko online Anda.

Mau promosi lewat media sosial? Bisa. Lebih suka email marketing sesuai niche bisnis? Patut dicoba. Yang penting tetap kreatif agar produk supplier dapat dipasarkan dengan baik.

Anda juga bisa membuat blog untuk menjelaskan manfaat produk lewat artikel. Lebih efektif lagi jika menguasai SEO dan mendapat peringkat tinggi di Google.

Contoh Produk untuk Dropship

Setelah mendapatkan informasi tentang cara bisnis dropship di atas, apakah Anda sudah yakin untuk memulainya atau masih membutuhkan contoh produk? Berikut beberapa rekomendasi dari kami:

1. Aksesoris Gadget

Produk seperti casing, charger, dan earphone sangat cocok untuk bisnis dropship karena permintaan konsumen yang terus tinggi. Hal ini didasari oleh industri gadget yang terus berkembang.

Pasar aksesoris teknologi juga memiliki siklus produk yang cepat, artinya konsumen sering mencari produk baru untuk menggantikan yang lama. Dengan demikian, kesempatan untuk mendapatkan transaksi penjualan semakin besar.

Di luar negeri, brand terkenal seperti Anker dikenal dalam bisnis aksesoris gadget. Di Indonesia, Anda bisa mencari ke brand seperti Erafone, Unomax, atau supplier aksesoris gadget lainnya, termasuk yang memiliki produk unik.

2. Produk Kebugaran

Pasca pandemi, makin banyak orang peduli dengan pola hidup sehat. Ini bisa jadi kesempatan untuk jualan produk kesehatan dan kebugaran. Produsen alat kebugaran seperti matras yoga atau supplier suplemen kesehatan makin banyak. Menariknya, mereka sering menawarkan kerjasama dropshipping.

Dengan kesadaran yang tinggi, mempromosikan bisnis jadi lebih mudah. Anda hanya perlu bijak dalam memilih cara promosi yang sesuai dengan produk dan target pasar.

Beberapa brand yang terkenal di bisnis dropship ini di antaranya Doba, Evermoss, dan lainnya.

3. Produk Ramah Lingkungan

Ini adalah contoh produk tren dalam bisnis dropship, yaitu produk yang ramah lingkungan alias eco-friendly. Produk ini meliputi berbagai macam, mulai dari sedotan reusable straws hingga alat pembersih biodegradable.

Jika Anda tertarik untuk menjual produk ini, strategi bisnis dropship yang efektif adalah dengan membangun cerita di balik pembuatan produk dan tujuan besar yang ingin dicapai. Dengan cara ini, Anda dapat lebih menarik perhatian konsumen untuk membeli produk dari Anda.

Contoh brand dan produk untuk dropship: Sukkha Citta, Sejauh Mata Memandang, Pura Vida, dan sejenisnya.

4. Alat Makan dan Dapur

Produk-produk rumah tangga dan dapur selalu diminati dalam bisnis dropship. Permintaan terus ada, terutama untuk produk yang unik dan terjangkau.

Di Indonesia, Anda dapat mencari produsen lokal yang menggunakan bahan daur ulang atau sejenisnya. Beberapa contoh brand seperti Kayu Kreations, Dapur Cantik dan Vinata bisa jadi perhatian.

Anda dapat melihat tren alat dapur yang ada di penjual besar seperti Informa, dan mencari versi terbaik yang sesuai dengan niche bisnis Anda. Jika target pasar Anda adalah pembeli produk murah, carilah supplier dengan kriteria tersebut.

5.  Produk Perawatan Hewan

Terutama di kota besar, kebutuhan akan produk untuk hewan peliharaan cukup besar. Nah, bisnis dropship makanan hewan, mainan, tempat tidur dan alat perawatan bisa jadi pertimbangan.

Anda bisa saja mencari supplier untuk brand terkenal seperti Me-O atau Whiskas. Namun, para pemilik hewan peliharaan kadang ada yang selalu mencari produk baru dan inovatif yang punya harga lebih terjangkau.

6. Alat Tulis Kantor

Salah satu produk paling populer dalam bisnis dropship adalah alat tulis kantor. Produk-produk alat tulis selalu diminati karena selalu dibutuhkan. Anda hanya perlu menentukan apakah akan menargetkan pasar pelajar atau pekerja kantoran.

Strategi dropship Anda bisa fokus pada produk umum atau produk baru dengan fungsi khusus, seperti pena, buku catatan, pemotong kertas, dan lainnya. Beberapa brand terkenal alat tulis kantor yang dikenal di antaranya Kiky, Sinar Dunia, Deli, dll.

Kesimpulan

Dropship adalah jenis bisnis yang bisa Anda mulai tanpa modal. Anda berperan sebagai perantara transaksi antara penjual dan pembeli. Keuntungan Anda berasal dari komisi atau selisih harga penjualan yang dilakukan

Kami telah menjelaskan apa itu dropship secara lengkap. Pertimbangkan keuntungan dan kelemahan dropship sebelum memulai bisnis ini, ya? Risiko bisnis ini kecil, tapi potensi keuntungannya besar.

Meskipun Anda bisa menggunakan marketplace, tingkat persaingan di sana cukup ketat. Akan lebih bijak kalau Anda membangun website toko online sendiri.

Tidak punya kemampuan teknis melakukannya? Tenang, Anda bisa menggunakan jasa pembuatan website profesional untuk membuatkan Anda website dengan desain menarik dan berfungsi baik untuk menerima pengunjung yang terus datang.

Semoga informasi ini bermanfaat, sampai ketemu di artikel bisnis kami selanjutnya, ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *