Share

Usaha UMKM Adalah: Ini Pengertian, Jenis, & Contoh UMKM

Picture of Harys Imanulloh
Harys Imanulloh
Blog » Insight Bisnis » Usaha UMKM Adalah: Ini Pengertian, Jenis, & Contoh UMKM
usaha umkm

Apakah Anda berencana untuk memulai usaha UMKM? Itu merupakan keputusan yang bagus karena potensi bisnisnya memang masih cukup besar.

Usaha UMKM adalah jenis usaha dengan modal kecil dan sedikit karyawan, sehingga cocok untuk pemula. Nah, apakah Anda sudah ada ide ingin memilih usaha UMKM yang mana? Atau Anda sendiri masih bingung apakah ingin memulainya?

Sudah banyak kok contoh usaha UMKM yang maju di Indonesia. Misalnya, ada Gendhis Bag dan Kejaya Handicraft. Mereka berhasil karena potensi konsumennya masih besar dan untuk memulai usaha masih terbilang mudah.

Agar Anda semakin yakin, mari pelajari lebih lanjut tentang UMKM. Di artikel ini, kami bukan hanya akan bahas pengertian UMKM, tapi juga jenis usaha UMKM dan contoh-contoh usaha UMKM yang bisa menjadi inspirasi. Jadi, jangan lewatkan informasi ini sampai selesai ya.

Apa itu Usaha UMKM

Usaha UMKM adalah singkatan dari usaha mikro, kecil, menengah. Jenis usaha ini dikenal dengan modal yang relatif kecil dan jumlah karyawan yang masih sedikit. Ini juga jenis usaha yang banyak dijalankan oleh mereka yang baru membuka usaha.

Kalau bicara tentang peraturan, maka usaha UMKM harus taat ketentuan dari Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. Di dalam peraturan perundang-undangan tersebut, disebutkan ketentuan atau kriteria dari sebuah usaha UMKM yaitu:

  • Usaha Mikro — kekayaan bersih maksimal Rp200 juta
  • Usaha Kecil — kekayaan bersih antara Rp200 juta sampai Rp500 juta
  • Usaha Menengah — kekayaan bersih antara Rp500 juta sampai dengan Rp2 miliar

Ini berarti semua keputusan pemerintah yang terkait dengan usaha UMKM seperti bantuan modal, kemudahan pengurusan usaha, dan lain-lain akan dinilai berdasarkan tiga kriteria di atas.

Kalau Anda bertanya, “apakah usaha UMKM yang menjanjikan?” Jawaban singkatnya, menjanjikan. Di Indonesia, rata-rata usaha UMKM mampu memberikan laba yang baik.

Bahkan, data dari World Economic Forum menyebutkan bahwa dunia bisnis Indonesia mayoritas berasal dari usaha UMKM. 62 juta bisnis merupakan usaha UMKM dan 98,75% merupakan usaha UMKM mikro.

Mereka semua siap berkembang. Apalagi terbukti 60% dari PDB Indonesia berasal dari berbagai jenis usaha UMKM. Artinya, usaha UMKM tidak melulu tentang untung atau rugi, tapi juga tentang bagaimana usaha UMKM tumbuh lebih besar lagi.

Salah satu alasan lain kenapa usaha UMKM menjanjikan adalah bisnis ini lebih lincah dan dapat beradaptasi dengan cepat. Baik itu perubahan permintaan pasar, pergantian tren, dan lainnya.

Setelah tahu apa itu usaha UMKM dan potensi bisnisnya, sekarang mari cari tahu usaha UMKM apa saja yang bisa dijalankan.

Jenis Usaha UMKM yang Menjanjikan

Inilah beberapa jenis usaha UMKM yang menjanjikan untuk Anda jalankan di tahun ini:

Usaha Pertanian

Usaha pertanian adalah salah satu usaha UMKM yang sangat penting. Inilah usaha yang dibutuhkan terkait kebutuhan pangan masyarakat dan menyediakan bahan baku untuk industri lainnya.

tampilan website untuk usaha pertanian

Anda bisa menjalankan usaha yang mencakup kegiatan bercocok tanam, beternak, dan lainnya. Tak perlu selalu menggunakan pendekatan tradisional, kok. Jualan alat pertanian online juga jadi peluang bagus.

Usaha Kuliner

Usaha kuliner merupakan usaha UMKM yang melibatkan penyediaan makanan dan minuman. Usaha ini bisa dijalankan baik oleh perorangan atau berkelompok.

Kalau Anda ingin terjun ke jenis usaha ini, ada banyak pilihan seperti warung makan, restoran, kedai kopi, toko kue, katering, olahan makanan, dan minuman.

Usaha Jasa

Jenis usaha UMKM lainnya adalah usaha jasa. Secara umum, usaha ini akan menjadi solusi kebutuhan layanan, dengan berbagai produk bervariasi seperti penulisan, kecantikan, hingga event organizer.

Meskipun sederhana, jenis usaha ini paling memiliki cakupan luas dan bisa melayani semua lapisan masyarakat. Pada tahun 2023, jumlah usaha di Indonesia mencapai 5,7 juta. Cukup banyak, ya?

Usaha Fashion

Belum tertarik dengan keduanya? Ada usaha fashion yang tak lekang oleh waktu. Jenis usaha UMKM ini bukan sebatas produksi atau penjualan pakaian, tapi termasuk sepatu, aksesoris, dan aksesoris mode lain.

sosial media usaha fashion

Industri ini tidak hanya fokus pada fungsionalitas, tapi juga estetika dan tren yang terus berubah. Jadi, pelluangnya masih terbuka lebar tiap tahunnya, baik offline atau online.

Usaha Kreatif

Usaha UMKM kreatif menggabungkan bakat, imajinasi, dan keaslian produk atau layanan. Yang membedakannya dari usaha lain adalah fokus menciptakan konten asli dan pengalaman yang unik.

Salah satu contoh usaha UMKM kreatif itu studio desain grafis yang membuat logo dan desain visual untuk brand, atau musisi yang menciptakan musik baik berupa CD atau single di Spotify.

Usaha Pendidikan

Punya keterampilan atau keahilan di bidang pendidikan? Salah satu jenis usaha UMKM yang tak pernah sepi itu usaha pendidikan. Fokusnya, mengembangkan skill seseorang dengan memberikan pengetahuan serta keterampilan khusus.

Ada banyak jenis industri pendidikan, mulai dari sekolah hingga kursus. Di zaman digital ini, adanya inovasi baru pendidikan membuat Anda bisa membuat platform belajar online sebagai bisnis.

Usaha Kesehatan

Berikutnya usaha UMKM yang banyak dibutuhkan adalah usaha kesehatan. Anda bisa menawarkan jasa medis, keperawatan, farmasi, dan layanan konsultasi kesehatan umum.

Semenjak adanya pandemi, industri jadi makin dibutuhkan, terutama kalau mampu memberikan layanan online. Bukan hanya untuk pengobatan, tetapi juga pencegahan penyakit dan gaya hidup.

Usaha Kerajinan Tangan

Usaha kerajinan tangan atau handmade merupakan jenis usaha UMKM yang menciptakan produk manfaat yang estetis. Contohnya, hiasan rumah, aksesori, perhiasan, dan barang sehari-hari.

usaha kerajinan tangan

Anda bisa mulai dengan menjual produk kepada orang di sekitar atau melalui media sosial. Keberhasilan usaha kerajinan bergantung pada keunikan desain dan kualitas kerja tangan yang baik.

Usaha Keuangan

Usaha UMKM keuangan mirip dengan lembaga yang mengelola uang dan investasi seperti bank. Tapi, skalanya lebih kecil. Meskipun termasuk UMKM, modal usaha di bidang keuangan relatif besar. Jadi, buatlah manajemen yang baik.

Namun, masih ada kesempatan bagi usaha kecil seperti konsultan keuangan keuangan pribadi yang membutuhkan modal yang tidak terlalu besar.

Usaha Transportasi

Bisnis transportasi berfokus pada layanan pengangkutan orang atau barang. Jenis usahanya bisa berupa menyewakan kendaraaan, memiliki angkot dan lainnya

Sektor ini membutuhkan ketaatan pada standar keselamatan dan peraturan pemerintah. Inilah yang mendorong pertumbuhan dan perkembangan bisnis transportasi.

Usaha Media

Jenis usaha UMKM yang melibatkan produksi dan distribusi konten informasi atau hiburan disebut usaha media. Jangan anggap usaha ini hanya untuk perusahaan besar. Anda bisa membangun bisnis media Anda sendiri.

Bentuknya bisa berupa televisi, radio, buku, website berita, dan layanan streaming. Keberhasilan media ini tergantung pada konten yang menarik, kemampuan dalam mengelola audiens, dan adaptasi pada tren.

Usaha Perdagangan

Usaha UMKM perdagangan melibatkan penjualan langsung kepada konsumen, baik melalui toko fisik maupun e-commerce.

Modal yang diperlukan berbeda-beda, mulai dari investasi kecil untuk toko onlinehingga investasi besar untuk membuka toko retail.

Menyusun Bisnis Plan untuk UMKM

Inilah langkah untuk menyusun bisnis plan untuk UMKM

1. Buat Ringkasan Rencana

Mulailah dengan membuat ringkasan rencana agar mudah dipahami dengan cepat. Pastikan ringkasan tersebut menarik, mencakup semua isi, tetapi tidak terlalu detail.

Contohnya, ringkasan dapat mencakup informasi tentang target pasar, rencana bisnis, serta tujuan jangka pendek dan panjang.

Berikut adalah langkah-langkah yang harus Anda lakukan:

    • Jelaskan konsep bisnis Anda dengan jelas dan menarik.
    • Tentukan tujuan bisnis, seperti target penjualan atau ekspansi pasar.
    • Identifikasi target pasar, termasuk demografi dan perilaku konsumen.
    • Rencanakan anggaran untuk operasional dan promosi bisnis Anda.

2. Deskripikan Usaha UMKM Anda

Ceritakanlah dengan lebih rinci tentang bisnis Anda. Berikan latar belakang bisnis, model bisnis yang Anda jalankan, target pasar, dan keunggulan kompetitif bisnis Anda.

Jangan lupa untuk menjelaskan struktur hukum bisnis Anda. Apakah bentuknya PT, CV, atau bentuk lainnya. Selain itu, jelaskan juga bagaimana operasi sehari-hari bisnis berjalan, termasuk lokasi bisnis, fasilitas yang Anda miliki, dan lainnya

Berikut adalah langkah-langkah yang harus Anda lakukan:

    • Jelaskan jenis struktur hukum bisnis yang Anda gunakan, apakah itu perseorangan, CV, atau PT.
    • Rincikan produk atau layanan yang Anda tawarkan, termasuk fitur dan manfaatnya.
    • Tentukan harga yang kompetitif dan strategis sesuai dengan nilai yang Anda berikan.

3. Lakukan Analisis Pasar

Buatlah analisa pasar untuk mengetahui posisi bisnis Anda dalam persaingan produk sejenis. Anda dapat menjelaskan target demografi dan psikografis pelanggan. Jelaskan juga profil target konsumen, kebutuhan mereka, dan perilaku belanja mereka.

Selain itu, Anda perlu menjelaskan pesaing, kekuatan dan kelemahan mereka, serta strategi yang dapat Anda terapkan untuk mengungguli mereka.

Berikut adalah langkah-langkah yang harus Anda lakukan:

    • Kaji target pasar untuk menggali kebutuhan dan kebiasaan konsumen.
    • Analisis kompetitor untuk mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan mereka.
    • Kembangkan strategi penjualan yang efektif untuk menjangkau target pasar.

4. Merancang Struktur Organisasi Usaha UMKM

Struktur organisasi dalam sebuah bisnis ban usaha UMKM diperlukan untuk melihat informasi dengan lebih mudah. Di dalamnya akan terdapat informasi tentang semua orang yang terlibat dalam manajemen dan operasional.

Bukan hanya itu, akan terdapat juga informasi profesional, seperti pengalaman yang dimiliki oleh setiap orang dalam susunan organisasi tersebut, untuk menunjukkan kontribusi mereka dalam kesuksesan bisnis Anda.

Berikut adalah langkah-langkah yang harus Anda lakukan:

    • Tunjukkanlah bagaimana tim Anda terstruktur
    • Masukkan informasi tugas dan tanggung jawab setiap anggota.
    • Buatlah sebuah diagram organisasi untuk memperjelas visualisasinya.

5. Menuliskan Daftar Produk atau Jasa

Daftar produk dan jasa perlu masuk dalam sebuah rencana bisnis untuk usaha UMKM. Sebab dengan daftar tersebut Anda bisa thau pengembangan bisnis Anda ke depannya.

Di dalam rencana tersebut Anda bukan hanya menentukan apa saja punya, tapi beberapa kemungkinan inovasi yang bisa dilakukan. Itu pun juga bisa dengan memasukkan beberapa izin atau hak cipta dari setiap produk.

Berikut adalah langkah-langkah yang harus Anda lakukan:

    • Daftarkan semua produk atau jasa yang akan ditawarkan, termasuk detail dan fitur unggulannya.
    • Jelaskan manfaat atau solusi yang ditawarkan oleh produk atau jasa Anda.

6. Tentukan Strategi Pemasaran

Usaha UMKM Anda tidak bisa mencapai target tanpa strategi pemasaran yang baik. Maka, pastikan punya rencana pemasaran. Contohnya segmentasi pasar, targeting, positioning produk, iklan, sampai public relations.

Rencana bisnis harus mencakup proses penjualan, baik itu direct sales, online, dan lewat distributor. Ingat kalau Anda juga perlu kebijakan harga dan cara mendistribusikan produk atau jasa.

Berikut adalah langkah-langkah yang harus Anda lakukan:

    • Buatlah strategi pemasaran dan penjualan produk atau jasa, baik secara online maupun offline.
    • Tentukan target penjualan dan rencanakan strategi untuk mencapainya.

7. Membuat Rencana Operasional

Keberhasilan bisnis tergantung pada kelancaran operasionalnya. Catatlah aktivitas sehari-hari yang sesuai dengan produk yang dijual dalam usaha UMKM.

Rencana operasional usaha UMKM juga memerlukan informasi tentang infrastruktur, fasilitas, dan perlengkapan yang diperlukan untuk mendukung kegiatan bisnis.

Berikut adalah langkah-langkah yang harus Anda lakukan:

    • Buat rencana kegiatan sehari-hari mencakup produksi, dan proses kerja.
    • Buat jadwal kegiatan untuk mengatur operasional harian dengan baik.

8. Merancang Rencana Keuangan

Yang tak kalah penting, menjelaskan kebutuhan dan proyeksi keuangan bisnis Anda. Semua itu harus mencakup tentang budget awal, proyeksi penerimaan dan pengeluaran, laporan laba rugi, cash flow statement, dan break-even analysis.

Berikut adalah langkah-langkah yang harus Anda lakukan:

    • Buatlah daftar rencana anggaran, termasuk perkiraan uang masuk, uang keluar, dan aliran uang. 
    • Ceritakan cara mendapatkan uang seperti pinjaman atau investor.

Tantangan dalam Usaha UMKM

Walaupun sudah tahu cara memulai usaha UMKM, Anda perlu tahu tantangan yang mungkin ada. Berikut beberapa tantangan yang bisa terjadi:

1. Sumber Daya Keuangan Terbatas

Inilah tantangan yang sering dihadapi dalam usaha UMKM. Sumber daya keuangan terbatas bisa menghambat pertumbuhan bisnis.

Tidak hanya menjual produk dan mencari keuntungan, tapi juga harus terus berinovasi agar tidak ketinggalan zaman. Penggunaan teknologi sering memerlukan biaya, bisnis UMKM yang tidak mengikutinya akan kalah dalam kompetisi digital.

Solusi:

Usaha UMKM bisa mencari solusi yang murah. Misalnya, berkomunikasi dengan supplier agar bisa mendapatkan harga murah bahkan bantuan modal di awal dalam bentuk barang.

Selain itu, hitung kembali dampak dari penggunaan teknologi. Kalau lebih hemat, jangan ragu manfaatkan teknologi digital. Apalagi peluang bisnis online kian hari kian menjanjikan.

2. Persaingan Pasar yang Ketat

Dengan 97% bisnis di Indonesia adalah usaha UMKM, persaingan antara UMKM sangat ketat. Terutama jika bisnis Anda lokal dan memenuhi kebutuhan konsumen yang sama. Contoh usaha UMKM yang kerap terkena tantangan ini yaitu UMKM kuliner atau fashion.

Dalam persaingan yang ketat, perang harga bisa menjadi strategi yang digunakan. Namun, ini dapat merugikan Anda karena margin keuntungan yang terbatas.

strategi pemasaran di stasiun untuk umkm

Solusi:

Usaha UMKM perlu fokus pada ide bisnis UMKM yang unik dan produk yang kekinian. Ini bisa dilakukan kalau Anda memahami kebutuhan pelanggan. Jangan lupa untuk melakukan strategi pemasaran yang tepat dan sesuai dengan target konsumen yang dituju.

3. Adaptasi Teknologi Belum Optimal

Usaha UMKM sering enggan menggunakan teknologi dalam bisnis mereka. Kadang karena biayanya dianggap terlalu mahal, ada juga yang merasa bahwa bisnis mereka tidak membutuhkan teknologi.

Akibatnya, jika ada pesaing yang sudah menggunakan teknologi dalam bisnis mereka, UMKM bisa langsung kehilangan pasar dengan mudah dan sulit mengejar efektivitas bisnis pesaing.

Solusi:

UMKM harus siap untuk mengadopsi perubahan teknologi, terutama dengan memanfaatkan layanan gratis. Selain itu, UMKM juga perlu fokus pada data dan riset. Misalnya, konsumen sekarang lebih sering membeli produk secara online. Jadi, penting bagi UMKM untuk membuat usahanya online. Bila perlu lihat contoh website dari usaha UMKM yang sudah sukses.

4. Mendapatkan Karyawan Terbaik Cukup Menantang

UMKM sering menghadapi kesulitan dalam mencari dan mempertahankan karyawan yang berkompeten. Biasanya, mereka lebih memilih bekerja di perusahaan besar. Hal ini menyebabkan perkembangan UMKM sulit mengejar kecepatan perusahaan besar.

Solusi:

Mulailah dengan melihat profesional di sekitar Anda. Banyak karyawan yang ingin bergabung dengan usaha UMKM jika ada peluang bisnis yang menjanjikan. Terlebih lagi, jika Anda bisa memberikan gaji atau tunjangan yang sebanding dengan perusahaan besar.

5. Kendala Berbagai Urusan Administratif

Bagi pemilik usaha UMKM baru, seringkali urusan administratif menjadi hambatan yang membuat mereka berpikir dua kali untuk melanjutkan usaha yang ingin mereka bangun. Terlebih lagi, jika urusan administratif tersebut juga membutuhkan tambahan modal yang harus mereka keluarkan.

Solusi:

Untuk membangun usaha UMKM, bacalah dahulu berbagai peraturan yang harus dipenuhi. Anda dapat menggunakan pendekatan online untuk menyelesaikan urusan administrasi sambil tetap berbisnis Bila perlu, gunakan jasa konsultasi usaha UMKM unttuk membantu memastikan Anda sesuai peraturan.

6. Pengelolaan Keuangan yang Kurang Tepat

Walaupun masalah ini umumnya dialami pemula, banyak juga usaha UMKM yang sudah berkembang menghadapi kendala sama. Intinya, pengelolaan keuangan mereka bermasalah.

Hal ini biasanya terjadi karena tidak patuh dalam mengatur aliran kas yang telah disepakati. Selain itu, sering terjadi ketidaksesuaian dalam pencatatan sehingga data yang dihasilkan tidak akurat.

Solusi:

Anda perlu membuat sebuah sistem manajemen keuangan yang baik. Selain itu Anda harus mematuhi ketentuan dari sistem yang dijalankan. Ini termasuk pada sistem yang berada di dalam bisnis atau terkait dengan pihak ketiga seperti pembayaran sewa gedung, dan berbagai tagihan.

7. Strategi Pemasaran yang Masih Sederhana

Biasanya, usaha UMKM menggunakan strategi promosi dan pemasaran yang sederhana karena terbatasnya modal yang dimiliki. Berbeda dengan perusahaan besar yang memiliki lebih banyak sumber daya dan dapat menggunakan berbagai strategi termasuk iklan dan teknologi.

Selain itu, UMKM masih kurang dikenal sehingga belum bisa menggunakan strategi promosi dari mulut ke mulut seperti perusahaan besar.

Solusi:

Jaga kualitas produk UMKM Anda dan terus jalankan strategi pemasaran yang sudah direncanakan. Selain itu, selalu perbarui pengetahuan Anda tentang teknologi pemasaran yang lebih efektif dan terjangkau.

Kesimpulan

Itu tadi penjelasan tentang apa itu UMKM, jenis-jenisnya, dan beberapa contoh usaha UMKM yang bisa menjadi inspirasi bagi Anda untuk memulai usaha. Singkatnya, usaha UMKM adalah jenis usaha yang biasanya menggunakan peralatan kecil dan memiliki sedikit karyawan.

Di Indonesia, usaha UMKM memiliki potensi yang besar dan telah terbukti membantu meningkatkan pendapatan negara. Namun, usaha UMKM tidaklah mudah dan memiliki tantangan tersendiri. Beruntungnya, dalam artikel ini kami telah memberikan informasi berbagai solusinya.

Biasanya, tantangan terbesar yang dihadapi adalah bersaing dengan perusahaan yang lebih besar, terutama dalam menggunakan teknologi untuk produksi dan pemasaran. Beruntungnya, sekarang UMKM dapat menggunakan website untuk menciptakan bisnis digital.

Nah, jika Anda tidak bisa membuat website sendiri, Anda bisa menggunakan jasa pembuatan website yang terjangkau dan memberikan hasil terbaik bagi UMKM.

Mengapa Anda masih menunggu untuk memulai usaha UMKM Anda jika sudah ada banyak keuntungan seperti itu?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *