Share

Apa itu CMS? Ini Fungsi, Contoh & Cara Kerjanya (Terupdate)

Harys Imanulloh
Harys Imanulloh
Blog » Website Development » Apa itu CMS? Ini Fungsi, Contoh & Cara Kerjanya (Terupdate)

Saat banyak orang ingin punya website tapi tidak bisa coding, CMS adalah sebuah angin segar. CMS singkatan dari content management system yang bisa diartikan sebagai sebuah platform untuk membangun website Anda sendiri.

Selain itu, yang dimaksud dengan apa itu CMS juga terkait pengelolaan konten di dalamnya. Ini fungsi CMS yang paling terlihat. Tapi, bagaimana sebenarnya cara kerja CMS dan apa kelebihannya?

Kami akan membahasnya lengkap di artikel ini. Kami juga akan berikan contoh CMS yang nantinya bisa Anda pilih untuk mewujudkan website yang Anda inginkan.

Penasaran? Bacalah sampai selesai, ya.

Apa itu CMS?

CMS adalah singkatan dari Content Management System. Inilah platform atau software yang akan membantu Anda membuat website dan mengelola konten di dalamnya tanpa perlu keahlian coding.

Pengertian CMS itu menunjukkan bahwa membuat dan mengelola website bisa jadi hal yang rumit bagi beberapa orang. Dan, content management system adalah solusi dari kendala tersebut yang sekaligus jadi pondasi utama setiap website yang menggunakannya.

Dengan CMS, Anda bisa mengubah tampilan website, membuat konten, dan menambahkan fungsi khusus di website dengan lebih praktis.

Tak heran, memilih sebuah CMS adalah kunci dari kemudahan mengelola website Anda ke depannya. Tapi ingat bahwa kejelian menyesuaikan CMS dengan jenis website yang akan dibangun juga tak kalah penting.

Nah, kenapa sebuah CMS adalah fenomena website di dunia modern? Bagaimana sejarahnya? Awalnya, membuat dan mengelola website hanya untuk orang yang punya keahlian coding. Padahal pada masa website masih statis dalam arti belum banyak perubahan yang diperlukan. Nah, ketika mulai ada peralihan ke website dinamis dengan fokus pada konten yang lebih banyak, kebutuhan akan sistem yang memudahkannya muncul.

Itulah saat CMS adalah fenomena yang menarik. Adanya software ini membuat pemilik website bisa lebih fokus ke pengelolaan konten dibanding coding.

Di awal tahun 2000, beberapa contoh CMS seperti WordPress dan Drupal bermunculan. Bisa dikatakan sejarah CMS dimulai di era ini.

CMS adalah sebuah inovasi yang menawarkan pendekatan WYSIWYG (What You See Is What You Get) saat mengelola website. Di era sekarang, fitur CMS ini dikenal dengan tema, yang bertanggung jawab atas tampilan website.

Tak berhenti di situ, content management sistem adalah sebuah platform yang juga memudahkan penambahan fitur melalui plugin dan add-on.

Dulu mungkin sebatas menambah informasi jam atau cuaca. Tapi saat ini, sudah ke optimasi SEO, integrasi media sosial, dan e-commerce. Sejarah CMS selalu tentang pembaruan yang utamanya terkait tema dan plugin. Dan setiap content management system fokus pada pembaruan yang sesuai dengan kebutuhan penggunanya.

Secara sederhana, sistem manajemen konten akan menerjemahkan keinginan pengguna jadi coding yang diterapkan pada website tanpa pengguna harus mengetik kode sendiri, apapun jenis websitenya.

Contoh CMS

Nah, apa saja contoh CMS yang bisa membantu kamu membangun website sesuai kebutuhan?

1. WordPress

Raja di dunia CMS adalah WordPress. Diluncurkan pada tahun 2003, content management system ini dibangun sebagai platform blogging.  Tapi sekarang, ada banyak jenis website dibangun dengan WordPress karena kemudahan penggunaannya.

Salah satu yang membuat orang menggunakan WordPress sebagai CMS adalah daftar tema dan plugin yang lengkap, terutama yang terkait dengan optimasi SEO dan integrasi media sosial.

Yang paling menarik, setelah mereka punya WooCommerce, jadi makin banyak orang yang membuat website toko online dengan WordPress. Itu belum termasuk website perusahaan seperti dari Sony Music, Disney dan lainnya.

2. Drupal

Mungkin tidak banyak yang tahu tentang Drupal sebagai content management system. Namun, CMS ini tetap jadi platform yang banyak digunakan oleh website di dunia. Salah satunya adalah Allianz.

Drupal sebagai sebuah CMS adalah platform yang unik karena bersifat open source dan fleksibel untuk berbagai kebutuhan website. Meskipun dapat digunakan oleh pemula, Drupal sering digunakan untuk membuat website yang kompleks, seperti website ecommerce, website perusahaan, dan lainnya.

Content management system adalah platform yang diharapkan punya tingkat kustomisasi tinggi. Nah, Drupal merupakan salah satu CMS yang memiliki kemampuan tersebut.

3. Joomla!

Namanya terdengar kurang serius, ya? Tapi Joomla! adalah platform CMS yang sudah ada sejak tahun 2005 dan mumpuni untuk membuat dan mengelola konten website.

Seperti halnya WordPress dan Drupal, Joomla! adalah platform yang serbaguna dan bisa digunakan untuk berbagai jenis website, termasuk website bisnis dan website toko online. Kalau WordPress pakai WooCommerce maka Joomla! Memanfaatkan VirtueMart sebagai ekstensinya.

CMS ini berada di antara WordPress dan Drupal dalam hal kemudahan penggunaan dan kecocokan untuk membangun sistem yang kompleks.

Baca Juga: Joomla vs WordPress

4. Shopify

Lalu, apa contoh CMS yang fokusnya pada e-commerce? Shopify bisa jadi salah satunya. Platform CMS ini punya pendekatan berbeda untuk membangun website toko online dan belum tentu cocok untuk semua orang.  Kenapa begitu?

Shopify adalah jenis CMS yang dirancang khusus untuk jualan online dengan sistem berlangganan. Maksudnya, Anda harus membayar untuk menggunakan platform content management system ini. Sebagai gantinya, Anda akan dapat layanan lengkap, mulai hosting, sistem pembayaran, dan lainnya.

CMS adalah tentang kemudahan penggunaan dan Shopify dikenal akan hal ini dalam membantu membangun sebuah layanan e-commerce yang profesional.

5. Magento

Sama seperti Joomla!, nama Magento belum sepopuler WordPress. Apalagi setelah namanya berganti menjadi Adobe Commerce, bisa jadi makin sedikit yang tahu platform CSM andal ini. Nah, apa itu CMS Magento?

Magento dianggap content management sistem yang dirancang khusus untuk toko online di tingkat perusahaan. Jadi, ditujukan untuk perusahaan yang membutuhkan solusi e-commerce yang tangguh.

Magento dibekali kemampuan e-commerce yang canggih untuk menarik pengguna. Misalnya, opsi produk yang dapat disesuaikan, manajemen untuk mengatur banyak toko sekaligus, sampai fitur native AI yang membuat proses pengelolaan konten jadi lebih praktis.

6. Wix

Jika ada content management system dengan 250 juta pengguna, maka kualitasnya tentu bagus. Nah, Wix adalah contoh CMS tersebut. Wix dikenal karena kemudahan penggunaan dan pilihan desain yang cantik.

Jika Anda menganggap WordPress mudah digunakan, maka Wix akan lebih memanjakan Anda dengan kustomisasi yang intuitif. CMS ini memiliki banyak template untuk memperluas fungsionalitasnya.

Anda mau sekadar membangun blog, ingin membuat website portofolio atau mengembangkan toko online? Wix siap untuk jadi platform CMS yang bisa Anda gunakan, baik Anda sebagai pribadi, bisnis kecil atau perusahaan.

7. Ghost

Walaupun nama CMS ini terdengar seram, kualitas Ghost tidak menunjukkan itu. Contoh CMS ini justru platform yang mudah digunakan dan memiliki berbagai template dengan desain yang indah.

Ghost adalah CMS modern yang unik. Sifatnya open source sehingga Anda bisa menggunakannya dengan gratis menggunakan layanan hosting Anda sendiri. Namun, Anda bisa juga menggunakan layanan managed mereka lewat Ghost.org.

Siapakah yang perlu menggunakan CMS ini? Utamanya blogger yang ingin fokus pada pembuatan konten atau mereka yang ingin mendapatkan uang dari sistem membership.

8. Squarespace

Ada contoh CMS lain yang bisa kamu coba, yaitu Squarespace. Content management system ini mirip dengan Wix karena memiliki banyak pilihan template yang cantik dan beragam. Selain itu, Squarespace juga platform all-in-one. Jadi, proses pengelolaan website akan lebih mudah.

Squarespace memiliki fitur unik berupa user interface yang intuitif dan penataan elemen website dengan drag-and-drop. Ini jadi pilihan yang menarik untuk content creator dan pemilik bisnis kecil merupakan pengguna terbanyak platform CMS ini.

Ingin membangun toko online dengan Squarespace? Bisa, kok. Fungsi CMS untuk bisa jualan online juga ada di Squarespace.

 

Baca Juga: Platform Website Terbaik

Fungsi CMS

Inilah beberapa fungsi CMS yang Anda perlu tahu sesuai dengan banyaknya jenis website yang dihasilkan:

1. Memproduksi Konten

Fungsi CMS adalah untuk membuat konten yang akan diposting di website atau blog. Dengan CMS, Anda bisa mengedit teks, menambahkan foto, dan ilustrasi dengan mudah.

Editor di CMS mirip dengan Microsoft Word atau Google Docs. Antarmukanya dirancang untuk memberikan kemudahan pengguna dengan pendekatan WYSIWYG (What You See Is What You Get), yang sudah menjadi standar dalam produksi konten di platform CMS.

Anda tidak perlu khawatir bahwa penambahan teks pada website akan mempengaruhi fungsi keseluruhan. Teks tersebut diinputkan di luar coding HTML dan CSS yang merupakan bagian utama website.

2. Mengelola Konten

Fungsi CMS adalah juga tentang mengelola konten di dalamnya. Anda bisa menyimpan konten yang sudah dibuat, mengatur dalam penataan khusus, dan menentukan pengaturan untuk bsia mencari konten dengan mudah.

Umumnya, sebuah sistem manajemen konten juga punya version control alias pengatur versi konten. Fungsi ini akan membantu Anda dalam hal publikasi konten. Anda jadi tahu bahwa setiap konten yang diterbitkan adalah versi terbaru yang sudah sesuai.

3. Mengatur Pengguna

Dulu, satu website hanya dikelola satu orang. Tapi sekarang, dengan menggunakan fungsi CMS, Anda bisa melibatkan banyak orang dalam membangun website dengan peran yang berbeda-beda.

Sebutan untuk fungsi CMS ini adalan user management. Kelebihan CMS adalah Anda bisa memberi penugasan peran dan hak akses ke beberapa pengguna. Biasanya ada yang disebut administrator, editor, author, contributor dan lainnya. Semua itu tergantung jenis CMS yang dipakai.

User management bukan hanya untuk kolaborasi. Namun, untuk membantu menjaga keamanan website dengan membatasi hak akses pengaturan penting kepada yang berwenang.

4. Mengatur Workflow

Dalam konteks operasional, user management di CMS juga berhubungan dengan sistem kerja yang lebih baik. Jadi, membuat, mengedit, dan mempublikasikan konten bisa lebih teratur sesuai dengan tugasnya masing-masing.

Kalau lebih teknis, fungsi CMS adalah untuk mengatur alur pembuatan konten, menyetujui draf, menjadwalkan konten, dan mengelola status kontennya. Seperti apakah kontennya masih berupa Draft, Pending Review, atau sudah Published.

5. Meningkatkan SEO

Optimasi mesin pencari sudah bukan lagi pilihan. Jadi, Anda harus melakukannya agar website mudah ditemukan orang. CMS adalah salah satu alat yang mendukung upaya optimasi ini.

CMS memungkinkan Anda memantau dan mengatur tindakan yang diperlukan untuk memastikan website Anda bisa ramah mesin pencari. Anda bisa melakukannya dengan coding khusus atau instalasi plugin seperti di platform WordPress.

Dengan bantuan plugin seperti YoastSEO atau RankMath, Anda bisa mengikuti panduan pengaturan dengan mudah untuk memastikan website Anda teroptimasi. Ini termasuk aspek teknis dan on-page seperti judul dan lainnya.

5. Mendukung Website Multi Bahasa

Fungsi CMS berikutnya adalah mendukung website multibahasa. Sebelum adanya CMS, melakukan hal ini perlu upaya coding tersendiri dan hasilnya kadang kurang sempurna.

Namun, saat ini, penyesuaian bahasa untuk menargetkan audiens lebih luas menjadi lebih mudah. Dukungan multibahasa tidak hanya tentang terjemahan konten, tetapi juga penyesuaian antarmuka, navigasi, dan metadata website.

Fungsi CMS ini penting selain demi kenyamanan pengguna juga untuk optimasi SEO terutama kalau menargetkan banyak audiens di banyak negara sekaligus.

6. Menambah Fungsi Analitik ke Website

Bagaimana Anda tahu bahwa website Anda punya performa yang baik atau disukai oleh pengunjung? Semua itu hanya akan berupa asumsi kecuali Anda punya data analitik yang jelas.Fungsi CMS adalah memudahkan integrasi analitik, sehingga setiap pengembangan website didasarkan pada data yang dapat dipercaya. Yang menarik, ini bisa dilakukan tanpa perlu repot coding juga, lho.

Platform seperti WordPress memiliki plugin seperti Google Site Kit yang dapat dengan mudah membantu menghubungkan website dengan sistem analitik dari Google. Dengan demikian, saat membuat dashboard, Anda dapat langsung melihat performa website Anda.

7. Meningkatkan Keamanan Website dengan Mudah

Keamanan website sangat penting. Fungsi CMS adalah juga menjaga keamanan website dari upaya peretasan. Tak hanya itu, CMS juga bisa digunakan membantu menyediakan fitur backup untuk mencegah kehilangan data penting dari website.

 

Langkah ini juga bisa dilakukan tanpa CMS. Namun, menjaga keamanan akses website akan menjadi lebih rumit. Dengan bantuan CMS dan plugin keamanan, upaya peretasan dapat dicegah.

Manfaat CMS

Setelah tahu beberapa fungsi CMS, kira-kira apa ya manfaat CMS bagi website yang perlu Anda ketahui?

1. Biayanya Lebih Murah

Yang paling jadi pertimbangan orang untuk mendapatkan manfaat CMS adalah mengurangi biaya pembuatan dan pengelolaan website. Bahkan, di beberapa platform, website Anda bisa dibangun secara gratis.

Tanpa coding manual, Anda tidak perlu menggunakan jasa programmer sepenuhnya untuk membuat dan mengelola website, kecuali apabila ada kendala teknis. Selain itu, banyak CMS berkualitas yang tersedia secara gratis sebagai open source.

2. Pengelolaannya Mudah

Manfaat utama CMS adalah juga pada kemudahan pengelolaan. Jadi, pemula sekalipun bisa memanfaatkannya dengan baik tanpa ribet dengan hal yang sifatnya sangat coding.

Meskipun nantinya kemampuan coding diperlukan, tapi itu hanya untuk bagian yang sangat teknis. Fungsi CMS dasar umumnya sudah mampu memenuhi kebutuhan pengguna untuk mendapatkan website yang bisa berjalan baik.

Ini bukan hanya untuk jenis website seperti blog atau website portofolio, tapi juga website toko online, membership dan lainnya.

3. Bisa Kolaborasi Pembuatan Konten

CMS adalah platform yang bisa mendukung kolaborasi dalam pembuatan konten website. Sejak awal, CMS dirancang agar perkembangan sebuah website bisa melibatkan banyak pihak

Masing masing orang yang terlibat dalam pengelolaan konten bisa punya peran dalam membuat, mengedit, menjadwalkan, dan mempublikasikan konten. Semua itu bahkan bisa dilakukan secara bersamaan (realtime) dengan menggunakan kontrol akses yang disediakan.

4. Bisa Dikembangkan Sesuai Kebutuhan

Salah satu alasan orang makin tertarik menggunakan CMS adalah kemampuannya untuk berkembang sesuai kebutuhan.

Jadi, ketika Anda baru memulai, tidak perlu membuat website besar jika konten dan pengunjungnya masih sedikit. Namun, jika website Anda rencanakan kecil dan tiba-tiba sukses besar, akan sulit mengembangkannya tanpa CMS karena harus memulai dari awal lagi.

5. Website Lebih Ramah SEO

Sebuah website modern tidak bisa mengabaikan SEO. Ini adalah salah satu kunci agar website Anda muncul di halaman pencarian dan ditemukan oleh lebih banyak orang.

Namun, SEO bukanlah satu kali usaha di awal. Sebaliknya, ini adalah upaya yang berkelanjutan, mengikuti perkembangan tren mesin pencari dan pengguna, serta perubahan pada website dan konten Anda.

Manfaat CMS adalah membuat proses membuat website yang ramah mesin pencari menjadi lebih sederhana dan memiliki dampak yang luar biasa.

6. Website Lebih Mobile Friendly

98% pengguna internet di Indonesia mengakses informasi online melalui ponsel. Jadi, kalau website Anda tidak dipersiapkan untuk pengguna mobile maka Anda bisa kehilangan kesempatan untuk bisa mendapatkan lebih banyak pengunjung.

Untungnya, Anda bisa menggunakan CMS untuk membuat website tetap tampil optimal di ponsel. Misalnya dengan memilih tema yang mobile friendly, memanfaatkan fitur dan plugin untuk mengoptimalkan fungsi di ponsel, dan lainnya.

7. Keamanan Lebih Baik

Tidak ada yang bisa menjamin keamanan website secara penuh. Tetapi, Anda harus terus berusaha untuk membuat website semakin aman agar risiko diretas dan kehilangan data semakin kecil.

Tanpa CMS, usaha ini akan jadi lebih susah karena semua hal harus dilakukan secara manual dengan cara coding. Dan perubahan pada coding kadang justru membuat celah keamanan baru yang bisa dimanfaatkan oleh hacker.

8. Pengawasan Website Lebih Mudah

Selanjutnya, manfaat CMS adalah memastikan proses pemantauan kinerja website lebih sederhana dengan satu dashboard pusat. Ini akan lebih baik kalau ada plugin untuk mengintegrasikan aplikasi pihak ketiga seperti Google Analytics.

Dengan data dari CMS, Anda jadi tahu siapa pengunjung website dan kebiasaan mereka saat mengaksesnya. Dengan informasi ini, membuat konten menarik yang mengundang lebih banyak pengunjung dan interaksi dengan mereka.

Cara Kerja CMS

Dengan semua manfaat yang diberikan, sebenarnya bagaimana sih cara kerja CMS saat membangun dan mengelola website?

1. Melakukan Instalasi

Cara kerja CMS dimulai dengan menginstal CMS di layanan hosting yang akan menyimpan data website Anda. Setelah Anda mendaftar hosting dan membeli domain, biasanya Anda akan langsung diarahkan memilih platform CMS untuk website itu. Yang paling umum itu WordPress.

2. Memilih Tema

Anda bisa melakukannya bersamaan dengan proses instalasi CMS atau sesudahnya. Jadi, Anda perlu memilih tema untuk website yang disediakan oleh sistem CMS tersebut. Tapi, Anda masih bisa menggantinya kemudian, termasuk menggunakan tema dari pihak ketiga.

3. Menambahkan Konten

Karena fungsi CMS juga termasuk membuat konten, maka menambahkan konten di dalamnya adalah bagian dari cara kerja CMS dalam membangun dan mengembangkan website.

Anda dapat melakukannya melalui editor yang tersedia. Misalnya, di WordPress ada Gutenberg atau Classic Editor. Sedangkan di WIX ada Blog Post Composer dan Wix Editor.

4. Menata Kategori dan Tag

Terutama kalau Anda membuat blog, penting untuk mengatur kategori dan tag agar konten dapat dikelola dengan baik sesuai dengan topik yang ditentukan. CMS populer seperti WordPress dan Ghost sudah menyediakan pengaturan bawaan untuk ini.

5. Menambahkan Plugin

CMS adalah aplikasi yang digunakan untuk membuat website dengan fitur dasarnya. Jika perlu fungsi tambahan, Anda perlu menambahkan plugin atau ekstensi dan integrasi lebih dulu.

Misalnya, jika Anda ingin membuat toko online, Anda akan membutuhkan plugin ecommerce untuk fitur khusus seperti keranjang belanja dan pembayaran. Hal ini juga berlaku untuk jenis website lain.

6. Mengonlinekan Website

Setelah selesai mengatur dan menyelesaikan proses di layanan hosting, website bisa diakses secara online. Beberapa CMS bahkan langsung online dengan tema dan fungsi dasar.

Di balik layar, Anda bisa melakukan berbagai perubahan yang diperlukan sampai tampilan dan fungsinya menjadi yang terbaik, lalu bisa diunggah secara online. Dalam bahasa teknis, ini disebut sebagai staging dan Anda hanya perlu menekan tombol Push to Live.

Kelebihan dan Kekurangan CMS

Sebelum menggunakannya, pelajari kelebihan CMS dan kekurangannya berikut ini:

Kelebihan CMS

  • Pembuatan Konten Mudah — Anda akan mudah membuat dan mengubah konten tanpa perlu ribet coding dan membangunnya dari awal.
  • Manajemen Website Simple — Anda bisa mengelola website Anda dari satu dashboard di mana semua fungsi yang Anda akan bisa menghemat waktu Anda mengatur kontennya.
  • Publikasi Konten Ramah Pemula — Baik posting konten secara langsung atau dengan sistem penjadwalan untuk lebih menyesuaikan dengan audiens, CMS bisa membantu Anda
  • Mendukung Kolaborasi — Tak perlu lagi bekerja sendiri saat mengembangkan website karena Anda bisa membangun tim untuk mempercepat proses tersebut.
  • Banyak Pilihan Kustomisasi — Anda bisa atur tampilan dan fungsi website sesuai kebutuhan. Caranya mudah, pilih tema yang cocok dan instal plugin yang dibutuhkan.
  • Membantu Upaya SEO — Optimalkan fitur SEO di CMS yang Anda gunakan untuk mendapatkan peringkat teratas di Google, terutama jika CMS itu memang SEO friendly.
  • Mendukung Berbagai Skala Website — Mulailah dengan website berskala kecil dan mengembangkannya sesuai kebutuhan dengan CMS. Jadi, perencanaan awal tak perlu terlalu rumit.
  • Dukungan Komunitas — Banyaknya pengguna CMS akan mendukung pengguna baru untuk mendapatkan jawaban atas permasalahan yang dihadapi.

Kekurangan CMS

  • Perlu DIpelajari Khusus — Meski CMS menawarkan kemudahan, Anda tetap perlu mempelajarinya sebelum menggunakannya. Saat beralih ke CMS baru pun Anda harus belajar fungsi dan fitur yang ada di platform CMS itu.
  • Desain Hanya Sesuai Tema — Dalam sekali klik, Anda dapat memiliki tampilan menarik untuk seluruh website. Namun, untuk kustomisasi lebih lanjut, tidak semua tema memiliki opsi tersebut.
  • Banyaknya Plugin Bisa Jadi Masalah — Plugin bisa menambahkan fungsi website, tapi terlalu banyak plugin bisa menyebabkan masalah seperti website lambat atau risiko keamanan.
  • Ketidakcocokan Fungsi — Tidak semua CMS bisa mendukung semua fungsi yang Anda inginkan. Kadang ada hambatan berupa ketidakcocokan. Jadi, penting untuk memilih CMS yang sesuai dengan jenis kebutuhan website.
  • Migrasi antar CMS Cukup Rumit — Setelah membuat website dengan CMS tertentu, migrasi konten ke CMS lain bisa jadi rumit karena standar teknis mereka berbeda. Pertimbangkan hal ini.
    Tips Cara Memilih CMS
    Bagaimana tips cara memilih CMS yang baik untuk kebutuhan pengembangan website? Berikut beberapa rekomendasi kami:
    1. Pilih CMS Yang Mudah Digunakan
    CMS adalah aplikasi yang dibuat untuk tujuan khusus. Ada CMS untuk blogging, toko online, dan kebutuhan umum.Pilihlah CMS yang mudah digunakan sesuai dengan tujuan dan pengetahuan Anda.

WordPress umumnya jadi pilihan yang direkomendasikan karena memiliki dashboard intuitif, banyak tema dan plugin, serta mendukung berbagai jenis website.

2. Cek Kustomisasi yang Ditawarkan

Pilihlah CMS yang menawarkan kustomisasi yang lebih fleksibel. Dengan begitu, bisa disesuaikan dengan tujuan pengembangan dan citra brand yang ingin Anda bangun.

Pertimbangkan juga berbagai tema dan plugin untuk menambahkan fitur baru dan mengubah desain sesuai dengan kebutuhan Anda.

3. Gunakan CMS dengan Komunitas Aktif

Tanda bahwa sebuah CMS bisa bertahan lama adalah adanya komunitas pengguna yang aktif. Ini mendorong pengembang CMS untuk terus melakukan update dan perbaikan pada platform tersebut.

Bagi Anda, hal ini memberikan manfaat dengan adanya fitur baru yang memudahkan dan memperindah website Anda. Anda juga akan semakin yakin bahwa CMS ini akan terus ada untuk mendukung pengelolaan website Anda.

4. Gunakan CMS yang SEO Friendly

Lakukanlah riset terlebih dahulu untuk menemukan contoh CMS yang ramah terhadap mesin pencari. Biasanya ditandai dengan coding yang rapi, navigasi yang mudah, struktur URL yang sesuai dengan ketentuan Google, dan lainnya.

Meskipun optimasi SEO tak pernah berhenti, jika platform CMS yang digunakan sudah ramah SEO, langkah Anda akan lebih mudah. Oh ya, 49% dari website yang berada di posisi teratas Google menggunakan WordPress. Ini bisa jadi pertimbangan untuk Anda.

5. Periksa Kemampuan Pengembangan

Terutama untuk website bisnis, pilihlah CMS yang sering digunakan oleh perusahaan besar. Ini menunjukkan bahwa CMS tersebut bisa mengatur banyak konten dan siap digunakan untuk menarik banyak pengunjung ke website.

Bukan hanya dari banyaknya konten, tapi juga dari tujuan pembuatannya. Misalnya, kalau Anda menggunakan CMS untuk blogging seperti Ghost, mungkin Anda akan kesulitan saat ingin mengubahnya jadi website toko online.

Walaupun ada proses integrasi, mungkin tidak semudah platform lain yang lebih siap untuk ecommerce seperti WordPress.

6. Gunakan CMS yang Aman

Pilihlah CMS yang aman karena punya coding yang minim celah bagi hacker. Pastikan juga CMS tersebut selalu melakukan update ketika menemukan bug yang dapat membahayakan pengguna. Hal ini berlaku untuk sistem CMS itu sendiri atau plugin di dalamnya.

Sudah Paham Apa itu CMS?

Banyak juga ya penjelasan tentang apa itu CMS? Sekarang Anda jadi paham bahwa CMS adalah salah satu kunci dari berkembangnya website modern, bukan?

Meskipun Anda bisa memilih contoh CMS yang Anda suka, lebih baik gunakan yang populer. Alasannya, Anda bisa dapat dukungan lebih cepat kalau memanfaatkan content management system yang digunakan banyak orang.

Bukan hanya itu, kelebihan CMS yang populer biasanya mudah digunakan dan gratis. Contohnya, WordPress.

Jika Anda ingin punya website dengan WordPress tapi tidak bisa membuatnya sendiri, jangan khawatir. Dengan bantuan jasa pembuatan website profesional, Anda bisa mendapatkan website yang bagus dengan harga yang terjangkau.

Anda hanya tinggal melanjutkan mengembangkan website tersebut dengan berbagai konten menarik yang Anda buat. Tertarik untuk melakukannya sekarang?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *